Sederhana, Berdaya Guna
Mungkin beberapa dari kita sudah tidak asing lagi dengan alat di atas. Dari bentuknya sih mirip dengan galah untuk memetik buah di pohon, tapi tentunya itu bukan galah untuk mengambil jambu atau mangga, melainkan alat untuk mengganti lampu. Lalu apa spesialnya? bukankah biasa saja ya?
Ya! Bagi sebagian orang sih mungkin tidak ada yang spesial dari alat tersebut, dari bentuknya saja sangat sederhana. Tapi, itu tidak berlaku bagiku. Aku sangat mengapresiasi orang yang pertama kali mencetuskan ide atau membuat tongkat pemasang/pengganti lampu (menurut google sih namanya begitu). Dengan bantuan tongkat lampu tersebut akhirnya aku bisa mengganti sendiri lampu-lampu di rumah yang sudah mati. Bagiku ini sebuah pecapaian, karena selama ini jika harus mengganti lampu selalu minta bantuan Bapak. Sejak Bapak gaada, gaada juga orang yang bisa dimintai tolong untuk mengganti lampu.
Aku sangat merekomendasikan alat ini untuk orang-orang yang terlalu mager naik kursi atau pinjam tangga ke tetangga hanya untuk ganti lampu. Ternyata ide yang sederhana dapat membawa manfaat dan apresiasi yang luar biasa, setidaknya olehku dan mungkin oleh orang-orang yang merasakan manfaat yang sama sepertiku. Tidak terbayangkan sebelumnya bukan, jika ide membuat tongkat lampu dengan tujuan agar mempermudah orang-orang untuk mengganti lampu bisa membuat seseorang (ya tentunya orang itu adalah aku) menuliskan kebaikan tentangnya. Penulisnya pun berharap jika ada yang membaca tulisan ini bisa mengambil kebaikan dari isi tulisannya.
"Tidak ada ide kebaikan yang terlalu sederhana hingga dapat diabaikan, dan tidak ada ide kebaikan yang terlalu besar untuk disangkal."
Memang, dalam berbuat baik dan menebar kebermanfaatan pasti akan ada balasannya, sekecil apapun perbuatannya. Dan hal ini berlaku pula untuk perbuatan buruk, sekecil apapun kejahatan yang dilakukan tentu ada balasannya. Hingga rasanya tak perlu meremehkan perbuatan baik sekecil dan sesederhana apapun. Tak perlu pula merasa diri masih tak berdaya untuk menebar manfaat kepada sesama. Bukankah menyingkirkan duri dari jalanan saja merupakan suatu kebaikan?
Yuk fastabiqul khairat!

Komentar
Posting Komentar