AHA!
Berikut ini kumpulan kalimat yang spontan aja dibuat sebagai hikmah dari peristiwa yang pernah dialami ataupun hanya untuk menuangkan isi hati dan kepala.
"SEMANGAT. Ada hari esok yang menunggu versi yang lebih baik dari dirimu."
"Saat nilai hanya kurang nol koma sekian tuk tidak mengikuti ujian perbaikan, atau bahkan tuk mencapai indeks yang lebih besar, sakit memang. Tapi, itu adalah hal yang harus disyukuri karena jika itu tak terjadi, bisa jadi, akan lupa diri. Ambil saja hikmah yang membersamai."
"Hakikatnya, Allah selalu membersamai. Hanya kadang, kita saja yang menjauhi. ....Sesungguhnya, Allah bersama kita (Q.S At-Taubah : 40)."
"Jatuh bukan suatu hal yang harus ditakutkan. Karena setelah jatuh, ada kesempatan bangkit yang menunggu untuk tidak disia-siakan."
"Dalam sebuah perjalanan, tak perlu mempermasalahkan tempat, yang penting bersama orang yang tepat, untuk mewarnai hidup yang singkat."
"Mengenal kata "CUKUP" agar kesempatan lain tidak tertutup. Mengenal kata "TIDAK" agar fokus tetap terjaga."
"Selalu memperbarui asupan diri yang mendekatkan kepada Illahi Rabbi."
"Sejarah akan terulang. Yang jadi pertanyaan, akankah kita mengambil peran atau hanya berpangku tangan?"
"Sangat merdeka untuk menuliskan nama diri, ingin dikenal sebagai apa dikemudian hari?"
"Mari membangun versi diri terbaik menurut Sang Illahi, agar dapat dikenal sebagai khalifah sang pemakmur bumi."
"Kebahagiaanmu terlalu tuh direnggut oleh ketidakpastian dia. Karena ingatlah ada Dia yang selalu ada dan berkata "Sesungguhnya Aku dekat. Hanya denagn mengingat Aku hati menjadi tentram. Dan cukuplah Aku sebagai penolongmu.""
"Ada rindu yang kembali menyapamu. Padahal baru beberapa hari yang lalu kita bertemu. Memang, rindu tak mengenal batas ruang dan waktu. Kawan, semoga pertemuan kita di dunia berakhir dengan pertemuan kita di Surga-Nya. Sehingga kelak, sang rindu tak menuntuk temu tuk menyemu."
"Saat tugas datang silih berganti, agenta rapat yang sudah menanti, dan amanah yang diberi tanpa henti, membuatmu ingin berlari menghindari atau bahkan mengakhiri. Ingatlah, ada "Lillah" yang menjadikanmu tak mudah tuk menyerah."
"Disibukkan dengan segala laporan yang harus segera dikerjakan dan dikumpulkan sebelum deadline. Lalu, bagaimana dengan laoran pertanggungjawaban dihadapan-Nya kelak? Yang jika deadlinenya menghampiri, kata nanti tak diterima lagi."
"Kebanyakan orang terlalu fokus pada kehebatan alat hingga lupa ada orang hebat yang menciptakannya. Begitu pun dengan kebanyakan orang lainnya, terlalu fokus dengan kehebatan dirinya hingga lupa ada Sang Maha hebat yang telah menciptakannya."
"Saat ke-hectic-an dan ke-chaos-an akhir semester adalah sebuah keniscayaan, hitungan mundur menuju deadline semakin menambah tekanan, dan masalah lainnya menjelma menjadi kecemasan dan kekhawatiran, maka hanya kepada-Nya lah tempat bergantung segala harapan."
"Warnailah hidup yang singkat dengan kebermanfaatan untuk umat."
"Saat "negara api" menyerang, akankah berdiam diri dan mengerang atau bangkit dan menerjang?"
"Apakah obat rindu itu temu?"
"Seperti halnya interferensi konstruktif pada gelombang, ketika suatu gelombang kebaikan bertemu dan berkolaborasi dengan gelombang kebaikan lainnya, maka akan dihasilkan gelombang kebaikan yang luar biasa."
"Masih ada hari esok tuk menjadi lebih baik. Tapi esok tak selamanya ada, karena mungkin kita tlah menutup mata saat mentari hendak menyapa."
"Jangan memutus do'a dengan meragukan potensi dan kuasa-Nya atas diri ini."
"Saat Allah menjadi orientasi, bersiaplah kejutan kan menanti."
"Amanah tidak akan salah memilih tempat tuk berserah."
"Jalani, nikmati, dan syukuri apapun yang terjadi, dengan sebaik-baik penerimaan atas ketetapan Illahi."
"Manusia itu lemah, makanya diperintahkan untuk berserah, setelah berusaha dan berdo'a dengan berlelah-lelah."
"Karena sombong, Allah usir iblis dari surga. Karena sombong, Allah tenggelamkan Fir'aun. Karena sombong pula, Allah perintahkan bumi tuk menelan Qarun. Lantas masihkan ingin berkata bahwa diri ini lebih baik daripada yang lain?"
"Setiap permasalahan yang terjadi dalam hidup ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Seperti hal nya dalil menelaus yang memiliki setidaknya dua sudut pandang segitiga."
"Kamu... yang menjadi bagian hidupku. Aku harap kamu akan tetap menjadi penyemangatku, menjadi penguatku, menjadi pendengarku. Dan.. Akan selalu ambil bagian dari perjalanan hidupku.."
"Selama kaki ini belum menapak di Surga-Nya, perjuangan belum berakhir."
"Penting sekali untuk membentengi diri dengan iman yg kuat. Salah satu caranya, bersama-sama dengan orang yang memiliki komitmen yg sama. Komitmen yg benar tentunya."
"Kadang kala segala sesuatu dalam hidup ini tergantung keikhlasan hati. Sudah sejauh mana kita ikhlas menjalankannya."
"Allah, penolong dalam kesepian hati yg menerpa serpihan kecil dalam diri."
"Kemenangan tidah dapat diraih hanya dengan menanti dan berharap."
"Kubur dalam-dalam bendera pesimismu dan kibarkan tinggi-tinggi bendera optimismu."
"Peristiwa yang kita alami tidak akan menyedihkan jika kita membuatnya menjadi indah. Ini hanya soal sudut pandang."
-Amanda Clara Dwi Putri-
Komentar
Posting Komentar