Indahnya Ukhuwah Islamiyah
لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِ
“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
عن أنس ، عن النبي صلى الله عليه وسلم ، قال : ثلاث من كن فيه وجد حلاوة الإيمان : أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما ، وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله ، وأن يكره أن يعود في الكفر كما يكره أن يقذف في النار
Dari Anas Ra, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Ada tiga hal yang mana jika ada pada diri seseorang maka ia akan mendapatkan manisnya iman; jika Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, jika ia mencintai seseorang karena Allah, jika ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia tidak suka jika dilempakan ke neraka.” (HR.Bukhari)
Dua hadits di atas menyebutkan bahwa jika kita mencintai seorang saudara atau berorang-orang saudara (maksudnya lebih dari satu orang wkwkwk) karena Allah, maka kita akan merasakan manisnya iman. Yang dimaksud saudara disini itu bukan saudara sedarah tapi saudara seiman, karena sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara bukan? Dan hal itu memang benar adanya, karena aku selama ini merasakannya. Jika tidak percaya, silahkan buktikan sendiri huehehe.
Teringat beberapa minggu yang lalu dapat sebuah remainder dari seorang kawan yang kini terpisah jarak. Saat itu kami saling bertukar kabar mengenai kehidupan akademik masing-masing yang sama-sama sedang mengalami ke-hectic-an dan ke-chaos-an. Saat aku menceritakan tentang nilai UTSku yg sangat jelek. Dia balas dengan sebuah kalimat singkat yang cukup menampar.
"Ruhiyahnya kuatin lagi man"
Singkat.
Dan sangat tepat.
Membuat aku tertegun.
Hingga kini kalimat itu masih terngiang-ngiang. Terlebih saat mengalami ke-chaos-an dan ke-hectic-an yang sama.
Remainder-remainder itulah yang bisa membuat diri ini istiqamah. Saat diri ini sedang futur, ada mereka yang akan mengingatkan dan jika mereka yang sedang futur, ada diri ini yang berkewajiban mengingatkan. Jika iman sedang naik? Mari kita berfastabiqul khairat bersama-sama.
Sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan mereka. Dan aku disini sekarang merasa senang, memperhatikan mereka dari kejauhan dan melihat mereka tetap istiqomah dan bahkan menjadi lebih baik lagi. Semoga selamanya tetap begitu. Hingga kita dipertemukan dan dikumpulkan lagi di surga-Nya nanti.
Salam rindu.
Kubisikkan salam ini pada Sang Pemilik hati, biar Dia mengantarkan pesan rinduku ke tempat-tempat dimana mereka berada.
-----
Saat itu tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mentoring mata kuliah Agama dan Etika Islam dan sebelumnya tulisan ini telah diungah lebih dulu di Line.
Komentar
Posting Komentar