Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Sederhana, Berdaya Guna

Gambar
  Mungkin beberapa dari kita sudah tidak asing lagi dengan alat di atas. Dari bentuknya sih mirip dengan galah untuk memetik buah di pohon, tapi tentunya itu bukan galah untuk mengambil jambu atau mangga, melainkan alat untuk mengganti lampu. Lalu apa spesialnya? bukankah biasa saja ya? Ya! Bagi sebagian orang sih mungkin tidak ada yang spesial dari alat tersebut, dari bentuknya saja sangat sederhana. Tapi, itu tidak berlaku bagiku. Aku sangat mengapresiasi orang yang pertama kali mencetuskan ide atau membuat tongkat pemasang/pengganti lampu (menurut google sih namanya begitu). Dengan bantuan tongkat lampu tersebut akhirnya aku bisa mengganti sendiri lampu-lampu di rumah yang sudah mati. Bagiku ini sebuah pecapaian, karena selama ini jika harus mengganti lampu selalu minta bantuan Bapak. Sejak Bapak gaada, gaada juga orang yang bisa dimintai tolong untuk mengganti lampu. Aku sangat merekomendasikan alat ini untuk orang-orang yang terlalu mager naik kursi atau pinjam tangga ke t...

AHA!

Berikut ini kumpulan kalimat yang spontan aja dibuat sebagai hikmah dari peristiwa yang pernah dialami ataupun hanya untuk menuangkan isi hati dan kepala.  "SEMANGAT. Ada hari esok yang menunggu versi yang lebih baik dari dirimu."  "Saat nilai hanya kurang nol koma sekian tuk tidak mengikuti ujian perbaikan, atau bahkan tuk mencapai indeks yang lebih besar, sakit memang. Tapi, itu adalah hal yang harus disyukuri karena jika itu tak terjadi, bisa jadi, akan lupa diri. Ambil saja hikmah yang membersamai." "Hakikatnya, Allah selalu membersamai. Hanya kadang, kita saja yang menjauhi. ....Sesungguhnya, Allah bersama kita (Q.S At-Taubah : 40)."  "Jatuh bukan suatu hal yang harus ditakutkan. Karena setelah jatuh, ada kesempatan bangkit yang menunggu untuk tidak disia-siakan."  "Dalam sebuah perjalanan, tak perlu mempermasalahkan tempat, yang penting bersama orang yang tepat, untuk mewarnai hidup yang singkat."  "Mengenal kata "CUKUP...

Indahnya Ukhuwah Islamiyah

 لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِ   “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)   عن أنس ، عن النبي صلى الله عليه وسلم ، قال : ثلاث من كن فيه وجد حلاوة الإيمان : أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما ، وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله ، وأن يكره أن يعود في الكفر كما يكره أن يقذف في النار  Dari Anas Ra, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Ada tiga hal yang mana jika ada pada diri seseorang maka ia akan mendapatkan manisnya iman; jika Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, jika ia mencintai seseorang karena Allah, jika ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia tidak suka jika dilempakan ke neraka.” (HR.Bukhari)  Dua hadits di atas menyebutkan bahwa jika kita mencintai seorang saudara atau berorang-orang saudara (maksudnya lebih dari satu orang wkwkwk) karena Allah, maka kita akan mera...

Perbedaan Hari Raya

Cerita ini merupakan cerita anekdot yang menjadi tugas pelajaran Bahasa Indonesia saat kelas X. Entahlah isinya beneran anekdot atau bukan wkwkwk. ----- Pada suatu hari di sebuah tempat yang entah dimana keberadaannya, hiduplah seorang laki-laki yang bernama Darmo. Ketika itu, semua umat muslim akan menyambut bulan Ramadhan. Darmo pun mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci itu. Untuk mengetahui kapan bulan Ramadhan dimulai, maka Darmo menonton sidang itsbat di televisi. Dalam sidang itu Menteri Agama memutuskan bahwa tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Jum’at. semua ormas Islam di Indonesia   juga akan mulai melaksanakan puasa pada hari jum’at, sehingga semua umat muslim di Indonesia serentak melaksanakan puasa Ramadhan pada hari Jum’at. Tak terasa hari demi hari berlalu hingga sampailah Darmo pada hari ke-28 Ramadhan. Biasanya pada tanggal ini pemerintah menggelar sidang itsbat penentuan 1 Syawal. Setelah pemerintah melakukan berbagai cara untuk menentukan 1 Syawal, maka Men...

Tak Ada Lagi

Tak ada lagi ketukan pintu di setiap pagi  Tak ada lagi seruan khas di setiap waktu istirahat  Tak ada lagi malam-malam larut depan televisi  Tak ada lagi yang selalu siap sedia mengantar jemput  Tak ada lagi yang diamnya adalah tanda perhatian  Tak ada lagi yang tak bisa bilang tidak  Tak ada lagi rencana-rencana yang akan jadi nyata  Tak ada lagi ia yang serba bisa  Tak ada lagi dag-dig-dug mendengar telepon masuk  Tak ada lagi rasa yang tak mengenakkan itu  Tak ada lagi rintihan rasa itu  Tak ada lagi kebersamaan  Tak ada lagi pertemuan  Tak ada lagi kata lengkap  Dan  Kuharap  Tak ada lagi duka yang tak tuntas