Jika Aku Seperti Sumayyah Binti Khayyath

Sumayyah binti Khayyath adalah salah seorang wanita sahabat angkatan islam pertama yang beriman. Keimanan Sumayyah, suami dan anaknya mengalami ujian dan tekanan luar biasa dari kaum musyrikin. Mereka sekeluarga dipakaikan baju besi di bawah terik matahari dan diseret ke tengah padang pasir yang panas. 

Keimanan, keteguhan dan kesabaran keluarga ini semakin bertambah dibawah tekanan dan siksaan. Sumayyah tetap bersabar dibawah tekanan abu jahal. Tekadnya tidak nelemah dan imannya tidak kendur. Abu jahal menyiksa sumayyah dengan berbagai cara, baik dengan mencela maupun menghina. Setiap Abu Jahal mengucapkan kata-kata kasar kepada Sumayyah, Sumayyah akan menjawab dengan jawaban tegas yang membuat Abu jahal murka. Maka dengan kebengisan dan kekejaman Abu Jahal menusukkan tombaknya pada kemaluan Sumayyah yang menjadikannya wanita yang syahid pertama di jalan Allah. 

Kesabaran Sumayyah adalah kesabaran seorang pahlawan. Ketabahan dalam keimanannya yang telah di tempa patut dijadikan teladan. Karena berhasil melalui tempaan yang berat itulah seorang Sumayyah pantas dijadikan role model. 

Ujian dan cobaan yang kita temui belum ada apa-apanya dibandingkan ujian Sumayyah. Berkacalah pada kisah Sumayyah, berpegang teguhlah pada keimana kita saat ujian melanda. Seperti Sumayyah yang yang tak pernah kendor keteguhan pada keimannya walaupun ditempa dengan cara luar biasa beratnya. 

Semoga Allah meridhoi dan merahmati orang pertama yang syahid dalam islam. Dan semoga kita menjadikan keteguhan Sumayyah sebagai role model untuk mengarungi lautan kehidupan ini. 

Sumber : Buku kisah para shahabiyat nabi karya Dr. Abdul Hamid As-Suhaibani.

-----

Tulisan ini adalah salah satu tugas dari kegiatan SIMFONI 2018 yang merupakan kegiatan kaderisasi awal untuk menjadi anggota GAMAIS ITB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kupas Ringkas Sekuel 5 CM: Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-bintang

Perbedaan Hari Raya

Sederhana, Berdaya Guna